Adik Ini Menderita Penyakit Langka, Sekujur Tubuh Melepuh dan Lecet


Dikutip Dari akun facebook Ai deti lestari.


"Perkenalkan nama saya Ai Deti Lestari dari Tasikmalaya (Jawa Barat), ingin minta bantuan do'a, dukungan, dan sedikit rezekinya untuk pengobatan adik ini.
Adik ini namanya M Dio Firmansyah (Dio), bocah berusia 6tahun yang sudah hampir 3tahun menderita penyakit kulit langka (Epidermolysis Bullosa), setelah sebelumnya sempat divonis Autoimun.

Adik Dio ini berasal dari daerah Sukabumi (Jawa Barat), kondisinya begitu memprihatinkan. Sekujur tubuhnya mepuh, lecet, seperti luka bakar. Sudah beragam cara dan obat obatan dilakukan untuk mengobati penyakit kulitnya, namun Qadarullah penyakitnya masih belum kunjung sembuh.

Sejak kecil, Dio hanya tinggal dengan kakek dan neneknya.
Karena Ayah kandung dari Dio sudah meninggalkannya (kabur) pada saat Dio masih berusia 7 bulan dalam kandungan. Sementara sang Ibu kemudian menikah lagi dan ikut suami barunya saat setelah Dio dilahirkan.
Kakek dan Neneknya lah yang sudah begitu sabar merawat dan membesarkan Dio, meski dengan penyakit kulit yang menyerangnya.

Menurut dokter spesialis kulit, penyakit kulit semacam yang diderita Dio ini termasuk penyakit kulit yang cukup langka. Belum ada obat yang 100% bisa menyembuhkan.
Selama 3tahun ke belakang, memang segala macam pengobatan sudah diupayakan. Beberapa waktu keadaannya sempat membaik, lukanya mengering, tapi kemudian kondisi kesehatannya menurun lagi. Terlebih karena seringnya digaruk, dari lecet-lecet di area kulitnya menimbulkan beberapa ruam-ruam merah berisi cairan.


Saat ini, ikhtiar yang seringkali diupayakan Dio hanya dengan berobat/rutin kontrol ke dokter. Dari obat-obatan yang dikonsumsinya, keadaan Dio sedikit demi sedikit cukup membaik. Hanya saja, biaya yang dibutuhkan untuk 1x kontrol saja tidak sedikit. Oleh karenanya, kondisi Dio sampai hari ini masih tetap dengan keadaan yang sama.

Dari pihak keluarga sendiri, mereka hanya berharap masih ada orang baik yang berkenan membantu. Mengingat sudah 3 tahun kondisi Dio tetap seperti ini. Sementara untuk waktu yang selama itu, sebagian besar biaya pengobatan Dio hanya bergantung pada orang-orang yang sudah berbesar hati untuk membantu pengobatan Dio.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel

Iklan Tengah Artikel

Iklan Bawah Artikel