Walikota ini Menjual Rumah 50 Meter Persegi Hanya Seharga RP 16.000, Ada niat membelinya ??




 Cukup bayar satu euro atau sekitar 16.000 rupiah, Anda berhak memiliki rumah ukuran sekitar 50 meter persegi untuk selamanya.

Harga rumah yang terkesan tak masuk akal itu benar adanya, bukan prank atau kibulan.

Bahkan yang menawarkan harga rumah segitu adalah sang wali kotanya sendiri, bernama Michele Conia.

Rumah-rumah yang ditawarkan itu berada di kota kecil bernama Cinquefrondi, di wilayah Calabria, Italia bagian selatan.

Kota itu diapit dua bukit, dan tak jauh dari pantai yang indah. Udara di kota sangat segar.

Sang wali kota getol menawarkan rumah dengan harga Rp 16.000 itu untuk menambah jumlah penduduk kotanya.

Wali Kota Cinquefrondi, Michele Conia, berjuang untuk menghidupkan kembali kotanya (trtworld.com)

Maklum, sudah puluhan tahun kota kecil itu mengalami depopulasi, alias jumlah penduduk kian menyusut.

Generasi penerus banyak yang meninggalkan kota itu untuk bersekolah atau bekerja di kota-kota besar, atau pindah ke negara lain.

Orang yang tinggal di situ akhirnya mayoritas orang lanjut usia, yang kian hari kian menyusut jumlahnya.

Banyak kota kecil di Italia yang mengalami nasib seperti Cinquefrondi.

Berdasarkan data, jumlah penduduk Italia sekarang sekitar 60 juta, dan akan terus berkurang karena mengalami pertumbuhan minus 0,15 persen.

"Saya tumbuh di Jerman tempat orangtua saya bermigrasi. Lalu saya kembali ke sini untuk menyelamatkan daerah saya. Terlalu banyak orang yang kabur dari sini selama beberapa dekade, meninggalkan rumah-rumah kosong," tutur Sang Wali Kota Michele Conia kepada CNN Internasional.

Penjualan rumah seharga satu euro itu merupakan bagian dari program kerja Conia, yang dia beri nama "Operasi Kecantikan".

Gang sepi, banyak rumah kosong di Cinquefrondi, Italia, menunggu penghuni baru (CNN Internasional)


Program kegiatan itu antara lain memerbaiki jalan-jalan utama, jalan kampung, mengecat rumah-rumah, termasuk menggelar festival makanan.

Meskipun dikelilingi oleh keindahan alam Taman Nasional Aspromonte dan menghadap ke Pantai Ionia dan Tyrrhenian, pemandangan Kota Cinquefrondi dipenuhi oleh rumah-rumah yang bobrok.

Padahal dari kota itu ke pantai-pantai yang indah itu hanya butuh waktu sekitar 15 menit bermobil.

"Seluruh kelurahan di kota saya terbengkalai, dengan rumah-rumah kosong yang reyot dan berisiko hancur," tutur Conia.

Rumah-rumah yang ditawarkan seharga Rp 16.000 itu dulu milik petani, pengrajin kulit, peternak, dan lainnya.

Praktis rumah-rumah itu, menurut Conia, sudah tidak bertuan. Tidak ada lagi orang yang mengklaim sebagai pemiliknya.

Puluhan rumah yang ditawarkan itu berukuran antara 40 sampai 50 meter persegi


Jika peminat banyak, kata Conia, ia bisa menyiapkan puluhan rumah lagi.

"Jika kami mendapat permintaan besar, saya dapat mengambil alih semua bangunan lain yang telah kosong selama beberapa dekade dan pemilik lama tidak ditemukan," tutur Conia.

Persyaratan untuk mendapatkan rumah tersebut tak sulit, tak mahal pula.

Setelah membayar Rp 16.000, si pemilik baru wajib merenovasi rumah yang dibeli.

Persyaratan itu meliputi, pemilik wajib merenovasi dalam waktu tiga tahun.

Biaya renovasi berkisar 10.000 euro sampai 20.000 euro atau sekitar Rp 160 juta sampai Rp 320 juta.

Rumput dan tanaman liar tumbuh di rumah-rumah yang kosong selama puluhan tahun di Cinquefrondi, Italia (CNN Internasional)

Jika pemilik baru tidak bisa menyelesaikan renovasi dalam waktu tiga tahun ia akan dikenai denda sebesar 20.000 euro atau sekitar Rp 320 juta.

Kota ini bagaikan labirin dengan jalan-jalan berlapis dan rumah-rumah berwarna pastel yang dihubungkan oleh gang-gang sempit, lorong-lorong melengkung dan tangga batu yang tidak rata.

Banyak deretan rumah yang sudah ditumbuhi tanaman bunga liar, tanaman pakis, dan lumut.

Bingkai-bingkai jendela, pintu-pintu kayu terlepas, dan balkon-balkon rumah kusam.

Cinquefrondi memang tergolong kota kuno. Setidaknya sejak abad ke-8 dan ke-7 Sebelum Masehi sudah dihuni.

Kota ini mengalami berbagai peralihan kekuasaan kerajaan-kerajaan Eropa masa lalu yang menyebabkan daerah ini punya ciri Yunani, dan Romawi.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel

Iklan Tengah Artikel

Iklan Bawah Artikel