Hanya Karena Istri Pinjam Uang Rp.20.000 Lalu Suami Bunuh Istri, Punya 2 Orang Anak Masih Kecil


 Peristiwa pembunuhan terjadi di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi, Minggu (1/8/2020).
Hilangnya nyawa seorang istri di Jambi tersebut diawali masalah sepele. Istri meminjam uang kepada suaminya berinisial SL sebesar Rp 20.000.
"Pelaku sudah kami amankan. Dia menyerahkan diri ke rumah Ketua RT setempat. SL merasa bersalah atas apa yang telah dilakukannya," kata Kasat Reskrim Polres Tanjabbar, AKP Jan Manto Hasiholan, dilansir dari TribunJambi.
Jan Manto Hasiholan mengatakan, peristiwa itu terjadi Minggu (2/8/2020) pagi tadi.
Kejadian itu terjadi setelah pelaku meminjam uang kepada korban.
Saat itu, korban yang berusia 30 tahun itu mengatakan tidak punya uang.
Kemudian berdasarkan pemeriksaan sementara, korban disebut sempat menendang kaki pelaku.
Hal itu lantas membuat SL naik pitam.
Pelaku mengambil kayu papan sepanjang lebih kurang 92 cm yang ada di dalam rumah.


Seketika pelaku memukulkan kayu tersebut ke arah kepala korban secara berulang kali. Korban yang tak berdaya pun terkapar.
"Saat itu pelaku hendak meminjam uang kepada korban sebesar Rp 20 ribu, namun dijawab korban 'tak ade duit' sambil lewat di depan pelaku," tutur Jan Manto Hasiholan.
"Setelah itu korban menendang kaki pelaku yang saat itu duduk di ruang tengah rumah, pelaku pun merasa kesal," tambahnya.
Setelah itu, pelaku keluar dari rumah menuju rumah ketua RT, lanjut Jan Manto Hasiholan.
Kepada ketua RT, SL memberitahukan bahwa dirinya bertengkar dengan korban.
Ketua RT pun langsung menuju rumah pelaku.
"Sampai di rumah, korban sudah tidak ada karena sudah di bawa oleh warga sekitar ke rumah sakit. Pelaku mengambil air dan membersihkan bekas darah yang ada di kamar menggunakan air yang dibawanya," jelasnya.
Guna menghindari hal yang tidak diinginkan, warga menyarankan pelaku kembali ke rumah ketua RT.
Setibanya di rumah Ketua RT, polisi pun datang dan mengamankan pelaku ke Mapolres Tanjabbar.
"Saat ini sudah kita amankan pelakunya, kita akan melakukan gelar perkara, guna menentukan status tersangka dan saat ini kita amankan barang bukti pakaian korban, dan kayu yang digunakan pelaku," pungkasnya.
Sementara itu korban diketahui mengalami luka robek di bagian kepala.
Korban mengalami pendarahan di kepala hingga dinyatakan meninggal dunia.
"Menurut keterangan dokter RS, korban meninggal dunia akibat pendarahan di kepala. Korban mengalami luka robek di kepala sepanjang lebih kurang 20 cm. Luka robek tembus di kepala sampai ke leher belakang korban," ungkapnya.
Kesaksian warga
Sebelum kejadian, warga mengaku sempat mendengar ada keributan di rumah korban.
"Sebelum kejadian memang ada dengar ribut-ribut. Tadi pagi sudah dibawa langsung ke rumah sakit, kabarnya dipukul pakai balok kayu di bagian kepalanya," sebut Siti seorang warga sekitar.
Ia mengatakan, keluarga tersebut memiliki dua orang anak kecil.
Korban sendiri sehari-hari bekerja di pabrik pinang.
Sedangkan suaminya diketahui bekerja di Tungkal Ulu sehingga jarang pulang ke rumah.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel

Iklan Tengah Artikel

Iklan Bawah Artikel