Awalnya melerai tawuran antar warga, oknum polisi ini malah dilaporkan dan ditahan. Ternyata ini penyebabnya

 

Nasib nahas menimpa pemuda 20 tahun bernama Firman.

Ia menjadi lampiasan oknum polisi yang sedang marah dan menghajarnya.

Firman yang mengalami cidera serius di bagian wajah langsung dilarikan ke rumah sakit.

Kasus ini bermula saat Bripka YL melihat ada tawuran antarwarga.

Saat peristiwa terjadi orang-orang yang terlibat tawuran saling lempar.

Bripka YL lalu mencoba menghentikan tawuran tersebut.

Peristiwa ini terjadi di Desa Kamanglale, Kecamatan Namroel, Kabupaten Buru Selatan, Maluku, Jumat (26/2/2021).

Sewaktu sedang melerai tawuran, sebuah batu tiba-tiba melayang lalu mengenai wajah Bripka YL.

Firman (20) yang kebetulan berada di belakangnya, terkena amukan YL.

Firman dihajar sampai babak belur.

Setelah itu, YL meminta salah seorang rekannya, HF alias Abong, untuk membawa korban ke kantor Kepolisian Sektor (Polsek) Namrole.

Ternyata, ketika Firman hendak dibawa ke Polsek, warga menghalanginya.

Warga yang marah melempari YL dan Abong dengan batu.

Keduanya pun melarikan diri dan tak jadi membawa korban ke Polsek.

Karena dihajar dengan keras, Firman segera dilarikan ke rumah sakit.

Kata Wakil Kepala Polres Pulau Buru Kompol Bachri Hehanussa, wajah Firman menjadi memar.

Selain itu, kedua matanya mengalami pendarahan.

Korban dirawat secara intesif Rumah Sakit Umum Daerah Namrole.

Menurut keterangan Kompol Bachri, oknum polisi tersebut merupakan anggota Polsek Namrole.

Pihak keluarga tidak terima dengan peristiwa ini.

Mereka kemudian mendatangi Polsek Namrole untuk melaporkan kejadian yang menimpa Firman.

"Saat ini pelaku penganiayaan, Bripka YL, telah ditahan dan diproses," ungkap Bachri.