Kronologi ASN di Bengkulu Dibunuh Suami, Diduga Berawal dari Anak yang Rewel Tak Mau Makan

 

Sebelum ditemukan tewas di kediamannya dalam kondisi tergantung di depan pintu kamar, seorang wanita yang berprofesi sebagai ASN di Bengkulu sempat terlibat pertengkaran dengan suaminya. Pertengkaran tersebut diduga berawal dari anak mereka yang rewel tak mau makan.

Sekitar pukul 13.00 WIB, korban sedang menyuapi anaknya yang rewel karena tidak mau makan. Korban kemudian memarahi anaknya. Melihat hal tersebut, pelaku kemudian menegur korban agar tidak memarahi anaknya seperti itu karena malu dilihat tetangga.

Tak terima dengan sikap suaminya, korban pun memarahi balik suaminya dan membanting piring ke arah suaminya. Pecahan kaca itu rupanya mengenai kaki sang suami. Melihat hal tersebut, pelaku langsung memukul dada kanan korban dan membuat korban terjatuh.

Pelaku kemudian mengambil anaknya kemudian menimang-nimangnya. Setelah sang anak ditidurkan di kamar, pertengkaran kembali terjadi. Korban kemudian menyebut-nyebut nama mantan istri suaminya.

Namun, pelaku hanya membalas dengan perkataan "bahaslah terus". Reaksi sang suami membuat korban semakin marah. Korban kemudian memukul dada suaminya dan berusaha mencakar sang suami namun tidak berhasil.

Setelah itu, wanita tersebut didorong oleh suaminya dan langsung terjatuh. Saat suami korban hendak keluar kamar, korban lalu berdiri dan berusaha menarik suaminya.

Melihat istrinya, pelaku langsung menarik tirai di pintu dan melilitkannya di leher korban hingga korban lemas dan tak berdaya lagi. Melihat hal tersebut, ia pun panik dan langsung mengambil kain gendong dan mengikatkannya ke leher korban dan dibuat seolah korban gantung diri.

Setelah itu, suami korban pergi dengan menggunakan mobil. Sekitar setengah jam kemudian ia kembali dan berteriak minta tolong.

Diketahui, suami korban yang berinisial YR (32) sudah diamankan polisi setelah terbukti bersalah.

Pembunuhan ini sendiri terungkap setelah tim Polsek Lebong Utara, Bengkulu melakukan penyelidikan terhadap YR. Hal tersebut terungkap setelah keluarga korban merasa curiga saat memandikan jenazah DF.

Pasalnya, ada luka seperti memar seperti bekas benturan benda tumpul di bagian tubuh DF. Setelah mendapat laporan dari keluarga korban, polisi pun membongkar makam DF untuk melakukan visum. Dari hasil visum, DF diduga kuat meninggal karena dibunuh bukan bunuh diri.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel