ABG Siantar Rela Bayar Pria yang Ingin Menidurinya Rp 3 juta, Ternyata Ini Penyebabnya

 

Seorang ABG Siantar berinisial PTZ berusia (18) nyaris kehilangan Rp 3 juta saat berkenalan dengan SP (20).

PTZ masih memberikan Rp 1,5 juta kepada SP.

Gadis muda itu berjanji akan melunasinya usai mereka berkencan di kamar hotel di Pematang Siantar.

Namun rencana kencan mereka kandas saat mereka menuju ke hotel tujuan.

PTZ terpaksa menuruti keinginan SP lantaran pemuda itu memiliki tangkapan layar video tak senonoh PTZ bersama mantan pacarnya.

SP minta uang Rp 3 juta plus melayaninya di ranjang agar tangkapan video tersebut tak tersebar.

Kasat Reskrim Polres Siantar AKP Edi Sukamto menyampaikan, tersangka Johan melakukan tindak pidana pemerasan yang dimaksud dalam pasal 368 KUHPidana.

Kasus ini berawal pada Senin (29/3/2021), sekira pukul 16.40 WIB, pelaku mengirimkan pesan messanger Facebook kepada korban dengan berisikan kalimat "Oh, dalam waktu dua jam ini, kau nggak ada kabar, aku sebar semuanya di IG/FB dan aku posting juga ke Berita Viral Siantar, ingat aku tidak main-main!!!!".

"Dalam pesan tersebut pelaku mengirimkan screenshot potongan video. Intinya dia memeras seakan-akan memegang video rekaman tersebut. Bukan mau, tapi sudah memeras permintaan uang Rp 3 juta," ujar Edi kepada www.tribun-medan.com, Selasa (30/3/2021) sore.

Edi mengatakan, antara korban dan pelaku tidak saling mengenal.

Keduanya mengenal hanya sebatas nomor telepon dan tidak pernah bertemu setelah pengiriman pesan dari messenger itu."Kenal hanya sebatas nomor handphone. Tidak pernah ketemu," kata Edi.

Saat itu, pelaku Johan meminta uang tebusan sebesar Rp 3 juta agar tangkapan layar dari video porno korban dihapusnya.

Keduanya kemudian terlibat percakapan panjang, mulai dari berencana transaksi via rekening sampai berencana untuk tatap muka.

"Selanjutnya pelapor dan terlapor bertemu di Jalan Sutomo, tepatnya di depan Supermarket Suzuya Kota Siantar. Korban menyerahkan uang Rp 1,5 juta. Setengahnya akan diberi usai kencan di hotel," ujar Edi.

Perlu diketahui, dalam melayani permintaan pelaku, korban bersama orangtua telah berkoordinasi dengan personel piket Sat Reskrim Polres Siantar.

Polisi selanjutnya melakukan penyamaran sebagai sopir taksi online yang dikendarai korban.

Sementara di dalam mobil, dua personel telah bersembunyi di bangku belakang.

Johan pun diamankan bersama barang bukti ke Sat Reskrim Polres Siantar untuk dilakukan pemeriksaan.

Dalam kasus ini, polisi telah mengamankan lebih dulu mantan kekasih korban Sabtu (27/3/2021) malam.

Diduga mantan kekasih korban adalah awal mula video tersebut berada di tangan Johan.

"Tersangka utama malam minggu sudah diamankan, yaitu mantan pacarnya," pungkas Edi.

Pemuda Bontang Rekam Video Mesra Sama ABG, Ketahuan Orangtua Berujung di Penjara

Kisah lain seputar ABG yang cukup menghebohkan juga pernah terjadi di Kota Bontang pada Desember 2020 lalu.

Pemuda Bontang berinisial MR (18) terpaksa mendekam di penjara. Rekaman kemesraan bersama kekasih di kamar rumahnya jadi petaka.

Gara-gara video itu ia masuk penjara. Orang tua Melati (bukan nama sebenarnya) mendapati rekaman tersebut di telepon genggam anaknya.

"Dalam video tersebut mereka ngobrol dalam kamar terus bercanda-canda, tapi yang laki-laki gak pakai baju. Posisinya baring, sedangkan yang perempuan duduk di sampingnya," beber Kapolres Bontang AKBP Hanifa Martunas Siringoringo melalui Kasat Reskrim AKP Makhfud Hidayat.

Usai Melati (17) diinterogasi orang tua, akhirnya ia mengaku telah melakukan hubungan layaknya suami-istri bersama MR.

Tak terima, orang tua Melati langsung lapor polisi. Belakangan diketahui anaknya telah berhubungan layaknya suami istri sebanyak 6 kali dengan MR.

"Semuanya dilakukan di rumah tersangka di Tanjung Laut Indah. Karena tersangka hanya tinggal bersama adiknya sedangkan orangtuanya tinggal di Sangatta untuk bekerja," ungkapnya, Rabu (3/12/2020).

MR (18) terpaksa mendekam di penjara. Lantaran melakukan tindak asusila terhadap kekasihnya yang masih di bawah umur.

Tersangka diamankan Tim Rajawali Polres Bontang pada Rabu (2/12/2020).

"Korban sekarang dalam pendampingan oleh P2TP2A atau sekarang namanya DPPKB kota Bontang," tuturnya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel