Akses Jalan Ditembok, 4 Keluarga Terpaksa Lewat Got untuk Keluar Masuk Rumah


 Bangunan permanen yang dibuat satu keluarga di Desa Widodaren, Petarukan, Pemalang, Jawa Tengah, membuat 4 tetangganya kehilangan akses jalan keluar masuk rumah. Upaya perdamaian untuk mencari solusi pun menemukan jalan buntu.

Anak pemilik tanah, Andrianto Susatyo (37) mengatakan, pihak keluarga tetap "keukeh" tidak akan menjual tanah yang kini sudah dibangun tembok rumah itu. Pasalnya, tanah tersebut merupakan tanah waris milik adik bungsu. Dirinya membantah pembanguan di tanah milik keluarganya yang membuat 4 tetangganya tidak punya akses jalan keluar masuk rumah itu, disebabkan karena keluarganya kalah dalam kontestasi Pilkades.

Baca juga : Gabung Grup BERITA KRIMINAL DAN LAKALANTAS SELURUH INDONESIA

Kepala Desa Widodaren, Nasikin, mengatakanpihaknya sudah mengundang kedua belah pihak yang bersengketa dua kali, tetapi pemilik tanah tidak hadir karena sakit.


Dikutip dari : Konsultasisyariah.com


Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bercerita, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


لاَ يَمْنَعْ جَارٌ جَارَهُ أَنْ يَغْرِزَ خَشَبَهُ فِي جِدَارِهِ


Janganlah seseorang melarang tetangganya untuk menancapkan kayu ke temboknya. (HR. Bukhari 2463 dan Ahmad 15938)


Jika sebatas kebutuhan menancapkan kayu di tembok tidak boleh dilarang, apalagi kebutuhan akses untuk menuju rumahnya.Sehingga setiap orang yang memiliki tanah, harus diberi hak untuk mendapatkan akses ke tanah tersebut. Kalaupun pemilik tanah itu tidak mau menyerahkan tanahnya, maka dia wajib menjualnya kepada tetangganya agar dia bisa memiliki jalan untuk akses ke rumahnya. Dan dia tidak boleh memonopoli dengan menaikkan harga

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel