Disuruh Mandi, Wanita Misterius Dirudapaksa Lalu Dibunuh Pria Sadis, Ini Ciri-ciri Korban

 

Kasus tewasnya seorang wanita di sendang Sumber Tutup Dusun Ngembul, Desa Punggul, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto perlahan terkuak.

Wanita yang diperkirakan berusia 71 tahun itu tewas dibunuh oleh pria beridentitas AF.

Pelaku berhasil ditangkap dan mengakui perbuatannya.

Meski demikian, identitas korban hingga kini masih misteri.

Sebelumnya, korban ditemukan tewas mengambang di sendang Sumber Tutup pada Minggu (21/2/2021) pukul 17.00 WIB.

Korban yang ditemukan dalam keadaan tanpa busana itu nampak tidak membawa identitas.

Warga setempat pun tidak ada yang mengenal dengan korban.

Hingga kemudian jenazah korban dievauasi ke RSUD Prof Dr Soekandar Mojosari.

Sementara untuk ciri-cirinya, korban berambut panjang sebahu dan beruban.

Korban memiliki kulit sawo matang hingga ada bekas luka bakar pada bagian kaki sebelah kiri.

Adapun anting berbentuk ampel di kedua telinga korban.

Sedangkan berat badan korban berat badan 58 kilogram serta memiliki golongan darah O.

Kronologi kejadian

Pelaku mengaku awalnya melihat korban berjalan saat dia bekerja menjadi Sukarelawan Pengatur Lalu Lintas (Supeltas) di jalan Kecamatan Dlanggu.

Saat itu ia menghampiri korban karena mengaku merasa kasihan dan membelikan es degan.

Kemudian pelaku tergiur ketika melihat barang berharga milik korban yang dikira perhiasan emas.

Pelaku lantas mengajak korban ke sendang Sumber Tutup untuk membersihkan diri.

"Saya nggak kenal sama dia (Korban, Red) kemudian menyuruh mandi di sana Sumber Tutup," jelasnya Senin (1/3/2021).

Pelaku sejak awal sudah ada niat untuk menguasai barang berharga milik korban.

Setelah korban mandi, pelaku merudapaksa korban.

Saat itu korban sempat melawan hingga akhirnya pelaku yang gelap mata membunuh korban.

Pelaku menenggelamkan korban di sendang Sumber Tutup.

Setelahnya pelaku mengambil barang berharga korban dan uang tunai sebanyak Rp.430 ribu.

"Ya terpaksa melakukan perbuatan itu terdesak kebutuhan ekonomi," terangnya.

Pelaku mengaku khilaf atas apa yang telah dilakukannya.

"Saya khilaf sampai melakukan perbuatan itu namanya juga manusia," ucapnya.

Kapolres Mojokerto, AKBP Dony Aleksander menjelaskan sebelum dihabisi, korban sempat berupaya melakukan perlawanan.

"Korban berontak berupaya melawan saat dirudapaksa kemudian pelaku menenggelamkan korban hingga meninggal," jelasnya.

Berdasarkan hasil penyidikan, pelaku dan korban tidak saling kenal lantaran keduanya bertemu di jalan.

Terkait identitas korban, hingga kini pihak kepolisian masih kesulitan mengungkapnya.

"Kami mengimbau masyarakat yang mengenal korban dan merasa kehilangan anggota keluarganya segera melapor ke kantor polisi terdekat," ucap Dony.