Ditebas saat Tidur Pulas, Detik-detik Bocah 8 Tahun Dibunuh Remaja Hingga Anggota Tubuh Nyaris Putus


 Detik-detik bocah 8 tahun dibunuh oleh seorang pemuda yang juga merupakan tetangganya.

Ibu sang anak histeris dan berteriak di tengah heningnya malam meminta pertolongan warga.

Diberitakan, UA warga Sumenep, tega membunuh AATA warga Dusun Ombul, Desa Taraban, Kecamatan Larangan, Pamekasan, Madura, Minggu (7/3/2021), sekitar pukul 23.45 WIB.

Pria berusia 20 tahun ini habisi nyawa seorang anak dengan sebilah pedang sepanjang 108 cm.

Kassubag Humas Polres Pamekasan, AKP Nining Dyah menjelaskan kronologi terjadinya pembunuhan anak di bawah umur ini.

Kata dia, korban oleh pelaku dibunuh saat sedang tidur di dalam kamarnya.

Mulanya, malam itu, pelaku datang secara tiba-tiba dan langsung masuk ke rumah korban sembari membawa sebilah pedang panjang.

Saat pelaku hendak masuk ke dalam kamar korban, kedua orang tua korban sedang berada di ruang tamu rumahnya.

Mereka sontak ketakutan melihat pelaku yang seketika masuk rumah sembari membawa pedang panjang.

Akhirnya ayah korban bernama Karimullah keluar rumahnya untuk memberitahu kepada Sekretaris Desa setempat.

Sementara itu, ibu korban bernama Kuntari juga ikut keluar rumahnya juga untuk memberitahukan kepada bibi pelaku.

Yakni bahwa UA mengamuk di rumahnya dengan membawa sebilah pedang panjang.

Tak disangka, setelah ibu korban kembali dari rumah Bibi korban, anaknya ditemukan dalam keadaan tak bernyawa di dalam kamarnya.

Malam itu, anaknya tewas tergeletak dan bersimbah darah dengan posisi badan telungkup.

Terdapat luka di bagian kepala belakangnya selebar 1 cm.

"Seketika itu ibu korban langsung berteriak histeris minta tolong kepada para tetangga setempat," kata AKP Nining Dyah kepada TribunJatim.com, Senin (8/3/2021).

Menurut laporan, pedang yang dipegang oleh pria berusia 20 tahun tersebut ditebaskan sebanyak tiga kali ke bagian tubuh korban.

Pertama, ditebaskan ke bagian kepala korban sebanyak dua kali.

Lalu yang terakhir, ditebaskan ke bagian paha korban.

Mirisnya, korban dibunuh oleh pelaku saat sedang tertidur pulas di dalam kamarnya.

"Korban ini warga Dusun Ombul, Desa Taraban, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan."

"Korban dibunuh di rumahnya sekitar pukul 23.45 WIB, Minggu 7 Maret 2020, kemarin," kata Kasatreskrim Polres Pamekasan, AKP Adhi Putranto Utomo, Senin (8/3/2021).

Pemicu

Menurut dia, terjadinya pembunuhan anak di bawah umur ini dipicu karena pelaku sakit hati kepada ayah korban.

Awalnya, masalah sakit hati tersebut membara di hati pelaku.

Bermula dari konflik percekcokan antara dua keluarga, yaitu antara keluarga pelaku dan keluarga korban.

Sehari sebelum terjadinya pembunuhan, pelaku sempat datang ke rumah korban untuk mencari ayah korban.

Namun, di hari itu, ayah korban sedang tidak ada di rumahnya.

Sehingga, pelaku memutuskan untuk kembali pulang ke rumahnya.

Keesokan harinya, pelaku kembali datang ke rumah korban waktu malam hari.

Ia bermaksud dan tujuan yang sama, yaitu ingin bertemu dengan ayah korban.

Namun, malam itu, pelaku datang ke rumah korban sembari membawa sebilah pedang.

Setiba di rumah korban, lagi-lagi pelaku tidak bertemu dengan ayah korban.

Sehingga malam itu, pelaku langsung geram dan mendobrak pintu rumah korban.

Saat pintu rumah korban sudah dalam keadaan terbuka, di dalam rumah tersebut hanya terdapat anak korban yang sedang tertidur pulas di dalam kamarnya.

Tak berpikir panjang, pelaku langsung memasuki kamar korban, dan seketika itu menebaskan pedangnya ke bagian tubuh korban sebanyak tiga kali.

"Sebenarnya sasaran utamanya ayah korban, namun karena tidak ada di rumahnya ya akhirnya dilampiaskan ke anaknya," ujar AKP Adhi.

"Ketika pelaku mendobrak pintu rumah korban, hanya ditemukan anaknya yang sedang tidur."

"Langsung ditebas pakai samurai di dalam kamarnya," tambahnya.

Menurut AKP Adhi, antara pelaku dan korban masih memiliki ikatan keluarga.

Ibu pelaku diketahui masih sefamili dengan ibu orang tua korban.

Menurut AKP Nining Dyah, tak berangsur lama dari kejadian, pelaku langsung berhasil ditangkap oleh anggota Reskrim Polres Pamekasan di rumah bibinya.

Tepatnya di Desa Taraban, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, Senin 8 Maret 2021 sekitar pukul 01.00 WIB dini hari.

Saat ini, pelaku sudah mendekam di balik rumah tahanan Mapolres Pamekasan guna dilakukan penyidikan lebih lanjut.

Pelaku terancam dikenai Pasal 340 sub 338 sub 351 ayat 3 KUHP, dengan ancaman hukuman mati (seumur hidup) atau paling lama 20 tahun penjara.