Hajar Maling Pakai Telenan Hingga Tewas, Manager Bridgestone Didakwa

 

Hs (42), manager PT Bridgestone bersama 3 Security nya HS (36), HSD (37) dan SPL (41) didakwa melakukan penganiayaan terhadap korban Youvanry Aldriansyah Purba hingga tewas. Para terdakwa disidangkan di Pengadilan Negeri Simalungun melalui sidang secara virtual.

Menurut dakwaan jaksa Dedy Chandra Sihombing SH, awalnya korban diduga sebagai maling dan masuk ke rumah terdakwa Hs pada Minggu, 27 Desember 2020 di kompleks perumahan staf PT Bridgestone Dolok Merangir. Saat itu terdakwa Husni bersama keluarganya batu saja pulang dari bepergian.

Saat masuk ke dalam rumah, anak Hs bernama Alif masuk ke ruang makan dan melihat korban memakai baju kaos miliknya. Lalu anak terdakwa teriak, sehingga terdakwa Hs langsung melihat nya.

Korban duduk di ruang dapur dan memakai kalung milik saksi Wirda Caprina (istri Hs). Lalu diteriaki maling dan korban berusaha kabur tapi terjatuh.

Saat itu terdakwa langsung menimpa korban dengan kakinya dan mengikat bagian kaki korban dengan tali pinggang yang diberi anaknya. Dibantu security HS dan HSD juga SPL yang turut mengamankan korban.

Meski sudah diikat di bagian kaki, korban terus meronta dan berusaha melawan. Lalu para terdakwa menginjak injak korban, memukul bagian kepala dan wajah korban hingga tak berdaya.

Tak hanya itu, Hs juga memukul bagian kepala korban dengan telenan (kayu sebagai alas untuk memotong bahan masakan) yang ada di dekat korban saat itu. Lalu petugas Zulfan Nasution dan Santoso datang mengamankan korban yang sudah tidak berdaya.

Hingga akhirnya korban dinyatakan meninggal sesuai Visum No: 093/IV/UPM/I/2021 yang dibuat dokter RSUD Djasamen Saragih.

Jaksa Dedy Chandra Sihombing SH menjerat para terdakwa dengan dakwaan berlapis, pasal 170 (2) ke-3 KUH Pidana atau pasal 351 (3) KUH Pidana.

Karena ancaman hukumannya diatas 15 tahun, maka hakim menghunjuk pengacara prodeo untuk mendampingi para terdakwa selama persidangan. Pengacara Fransiskus Silalahi SH tidak mengajukan eksepsi atas dakwaan jaksa tersebut.

Para terdakwa menyatakan tidak keberatan atas surat dakwaan jaksa tersebut. Untuk mendengarkan keterangan saksi-saksi, majelis hakim diketuai A.Hadi Nasution SH MH menunda persidangan hingga Kamis mendatang.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel