Sosok dr Farid Husain yang Meninggal karena Covid-19, Dikenal Sebagai Juru Damai Berbagai Konflik Didalam Maupun Luar Negeri

 

Mantan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar), dr Farid Husain meninggal dunia pada Selasa (23/3/2021) malam.

Semasa hidup, Farid tak hanya dikenal sebagai seorang dokter, namun juga juru damai.

Sejumlah konflik besar, mulai dari Aceh, Poso, Ambon, Papua, hingga Afganistan, pernah dia tangani.


Juru damai sejak jadi staf Jusuf Kalla

Dr Farid Husain, Sp.B, KBD salah seorang juru runding perdamaian berbagai konflik di Indonesia, meninggal dunia Selasa, 23 Maret 2021 di Makassar. (Sumber: Kompas TV)

Melansir Kompas TV, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) pun mengakui Farid sebagai tokoh perdamaian yang ikut berperan aktif menyelesaikan berbagai konflik di Tanah Air.

“Dokter Farid, seorang tokoh perdamaian yang ikut berperan aktif dalam penyelesaian konflik Poso, Ambon dan Aceh. Jasanya sangat besar kepada negara," ujar JK dalam keterangan tertulisnya, seperti dilansir dari Kompas TV.

Farid mulai terlibat dalam penyelesaian konflik sejak menjadi staf JK yang saat itu menjabat Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra).

Dia mengisi jabatan Staf Ahli Menko Kesra Bidang Peran Serta Masyarakat (2001-2002) lalu diangkat menjadi Deputi Menko Kesra Bidang Koordinasi Kesehatan dan Lingkungan Hidup (2002-2005).


Kisah damaikan RI-GAM


Farid pertama kali terjun saat menyelesaikan konflik di Poso, kemudian juga turun tangan dalam konflik Papua.

Yang cukup bersejarah ialah saat Farid turut menangani konflik Gerakan Aceh Merdeka dengan RI.

Farid merupakan salah satu anggota delegasi Indonesia dalam perundingan dengan GAM di Helsinki, Finlandia tahun 2005 bersama Martti Ahtisaari selaku mediator.

Perundingan ini bersejarah karena menghasilkan Kesepakatan Helsinki yang mengakhiri 30 tahun konflik Aceh.

Kesepakatan yang ditandatangani pada 15 Agustus 2005 ini juga merupakan pertama kalinya dalam sejarah Indonesia bahwa gerakan separatis diselesaikan dengan solusi politik yang komprehensif.

Ketua IDI Makassar Siswanto Wahab juga merasa kehilangan dokter di Indonesia yang tercatat sejarah sebagai juru damai Aceh.

“Sosok dokter Farid menjadi sumber inspirasi bagaimana nilai pengabdian akan terus terkenang sepanjang masa sebagai dokter juru damai di Aceh, Poso hingga Afghanistan,” ujar Siswanto kepada wartawan, Selasa.