Dua Pekerja Dipukuli Majikan karena Berpuasa "Yang Gaji Kamu Aku Atau Tuhanmu?". Polisi Amankan 4 Pelaku


 Sama seperti umat Muslim di Indonesia, umat Islam di Malaysia juga mulai menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan 1422 H tahun ini.

Namun, meski populasi Muslim Malaysia mencapai sekitar 19.5 juta orang atau 61.3% dari populasi penduduk di sana, berdasarkan data tahun 2013 dari The Future of the Global Muslim Population Malaysia.

Rupanya masih ada oknum yang tidak dapat menoleransi umat Islam di sana saat menjalankan ibadah puasa.

Dilansir dari kantor berita lokal Astro Awani, dilaporkan dua orang pekerja di sebuah perusahaan mendapat kekerasan karena menjalankan ibadah puasa.

Lantas kepolisian daerah Klang Selatan kini telah

menangkap empat orang yang diduga terlibat dalam insiden yang berkaitan penyerangan kepada dua pekerja laki-laki tersebut.

Kedua korban diketahui dipukuli secara bergiliran oleh para tersangka.

Dalam keterangannya pada Rabu, 14 April 2021, Kepolisian Klang Selatan ACP Shamsul Amar Ramli mengatakan, mereka menerima laporan pada pukul 16.16 waktu setempat di Polres Klang, terkait insiden pemukulan dua orang korban secara bergantian di bagian punggung.

Dia mengatakan, kedua korban dipukul dengan tongkat oleh majikannya dan seorang karyawan lainnya.

Halaman:

Sumber: Astro Awani

"Pemeriksaan pendahuluan polisi menemukan, kejadian itu terjadi saat kedua korban berada di rumah majikannya di Bukit Tinggi, Klang,” kata Shamsul seperti dikutip Pikiranrakyat-Bekasi.com dari Astro Awani pada Kamis, 15 April 2021.

“Diduga (pemukulan) akibat majikan memarahi korban karena berpuasa," ujarnya.

Shamsul Amar mengatakan majikan pria itu juga telah mengambil pistol dari pinggang salah satu dari dua pria itu dan mengarahkannya ke arahnya dan mengeluarkan ancaman yang menghina agama.

“Jangan puasa, siapa yang menggajih kalian? Saya atau Tuhan? Kamu mau mengikuti saya atau Tuhan?” kata Sang Majikan, seperti dikutip Pikiranrakyat-Bekasi.com dari Worl of Buzz.

Dia mengatakan kasus itu sedang diselidiki berdasarkan Pasal 324 KUHP, 506 KUHP, dan 298 KUHP serta semua tersangka akan dikembalikan ke Pengadilan Klang besok.

"Kepolisian Klang Selatan ingin menegaskan bahwa kasus ini tidak menyangkut masalah rasial apa pun," ujarnya.

Ia juga menasihati komunitas atau individu mana pun di Malaysia untuk tidak menyalahgunakan media sosial dengan membagikan provokasi apa pun yang dapat menyentuh kepekaan rasial sehingga dapat mempengaruhi kerukunan rasial.

Pihak Kepolisian Malaysia pun akan menindak tegas terhadap siapa pun yang bertindak di luar hukum.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel