Istri Menangis dan Menjerit, Padahal Baru Menikah Sudah Lihat Suami Berlumuran Darah Dikeroyok 3 OTK

 

Inge (22) terperangah menyaksikan suaminya Luki Nur Ikhsan (30) dikeroyok sejumlah pria.

Ia yang baru menikah hanya bisa menangis dan berteriak minta tolong saat melihat suaminya berlumuran darah.

Para pelaku menghujani korban dengan celurit, setelah sebelumnya mengejar dan memepet pasutri itu malam hari.

Beruntung jeritan minta tolongnya terdengar warga dan sekuriti kompleks perumahan yang langsung menolong mereka.

Mengetahui kalah jumlah, para pelaku melarikan diri usai sempat mengancam warga dan sekuriti.

Dilansir dari Tribunjakarta.com berjudul Pengantin Baru di Cilincing Diserang OTK, Teriakan dan Tangisan Istri Selamatkan Nyawa Suami, peristiwa yang dialami pasangan oengantin baru Luki Nur Ikhsan (30) dan Inge (22), terjadi pada Sabtu (10/4/2021) malam.

Bermula saat pasangan Luki dan Inge sedang berboncengan mengendarai sepeda motor di jalan akses kompleks Perumahan Nusa Kirana, Cilincing, Jakarta Utara.

Keduanya hendak pulang ke rumah mereka di perumahan tersebut.

Lalu sekitar pukul 21.00 WIB ketika melintasi sebuah jembatan, Luki menyadari ada 3 orang mengendarai 2 sepeda motor menguntit dari belakang.

Seorang pria mengendarai satu motor, sementara dua pria lainnya berboncengan di satu motor lainnya.

"Awalnya saya bawa motor berdua istri.

Terus tiba-tiba dari belakang ada yang ngikutin, saya merasa curiga," kata Luki saat ditemui di kediamannya, Senin (12/4/2021) petang.

Merasa terus dibuntuti sepanjang jalan kompleks Perumahan Nusa Kirana, Luki lantas menambah laju motornya.

Ternyata, 3 orang tak dikenal itu juga semakin tancap gas mengejar Luki dan sang istri.

Ketika sepeda motor Luki dan sekelompok itu sejajar, mereka menandang pasangan suami istri itu hingga terjatuh.

"Saya tancap gas, dia tancap gas lagi, lalu dipepet sama dia dari samping, saya ditabrak sampai jatuh," kata Luki.

Setelah terjatuh dari motornya, Luki mencoba berlari meminta pertolongan.

Namun, 2 dari 3 pelaku mengejarnya sambil mengayunkan senjata tajam yang masing-masing mereka bawa.

Luki yang tak kuat berlari kencang lantaran kakinya terluka alhasil hanya bisa pasrah.

Dirinya pun dibacok kedua pelaku sebanyak dua kali di lokasi kejadian.

"Saya terus lari, teriak minta tolong, dia bacok saya dari belakang," ucap Luki.

Luki dibacok di depan Inge yang sontak menangis dan berteriak meminta bantuan.

Tubuh Luki yang berlumuran darah makin membuat tangis Inge menjadi-jadi.

Tangisan dan terikan Inge akhirnya membuat sejumlah warga dan sekuriti kompleks setempat berdatangan.

Mengetahui mereka kalah jumlah, ketiga pelaku akhirnya melarikan diri usai sempat mengancam warga dan sekuriti yang terlambat hadir di lokasi pembacokan.

Seiring pelaku melarikan diri, Luki dan Inge akhirnya ditolong warga serta dilarikan ke klinik terdekat.

"Jadi saya teriak minta tolong, warga sama sekuriti pada keluar gitu.

Langsung dikasi pertolongan pertama terus dibawa ke rumah sakit, ke klinik, untuk pertolongan pertama," ucap Luki.

Akibat peristiwa ini, Luki mengalami luka bacok di bagian bahu dan punggungnya.

Ia juga menderita luka lecet di kakinya usai terjatuh dari motor.

Luki pun mengaku sudah melaporkan kejadian penyerangan berujung pembacokan ini ke Mapolsek Cilincing.

Kasus serupa

Seorang pengemudi motor di Jalan Dr Sumarno, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur jadi korban pencurian disertai kekerasan atau begal pada Ahad (5/4/2021).

Kanit Reskrim Polsek Cakung Iptu Stevano Leonard mengatakan korban yang merupakan pria berinisial PM (30).

PM jadi korban komplotan begal beranggotakan dua orang sekira pukul 01.45 WIB.

"Saat kejadian korban berhenti sejenak di samping jalan mau kabari istri.

Kemudian datang pelaku, dua orang naik satu motor langsung mengacungkan celurit," kata Stevano saat dikonfirmasi di Jakarta Timur, Senin (5/4/2021).

Kedua pelaku memaksa PM menyerahkan handphone.

Namun korban melawan sehingga terjadi perkelahian yang mengakibatkan PM mengalami luka bacok di bagian dada kiri.

Nahas meski berhasil mempertahankan handphone-nya dirampas, PM gagal meringkus kedua pelaku.

Luka bacok di bagian punggung membuatnya mengalami pendarahan cukup parah.

"Korban mengalami 4 luka bacok.

Karena melakukan perlawanan takutlah si tersangka tadi, terus senjatanya (celurit) jatuh.

Saat korban berteriak begal-begal kedua pelaku ini akhirnya kabur," ujarnya.

Stevano menuturkan, PM kini masih menjalani perawatan di RS Islam Pondok Kopi, Kecamatan Duren Sawit.

Ia sudah melaporkan kasus begal yang menimpa ke SPKT Polsek Cakung.

Sebilah celurit milik pelaku yang terjatuh saat PM melakukan perlawanan pun sudah diamankan jajaran Unit Reskrim Polsek Cakung.

Itu menjadi barang bukti penyelidikan kasus tersebut.

"Kasusnya sekarang dalam penyelidikan Unit Reskrim Polsek Cakung," tuturnya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel