Korban Kecelakaan Truk Tabrak Madrasah di Garut Bertambah, Polisi Masih Dalami Kasusnya

 

Kecelakaan truk menabrak bangunan madrasah terjadi di Desa Sindanggalih, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut pada Jumat 2 April 2021.

Kanit Laka Lantas Polres Garut, Ipda Priyo Sumbodo mengatakan, korban akibat kecelakaan maut tersebut bertambah.

Awalnya, korban berjumlah dua orang yang merupakan sopir truk dan siswa madrasah. Keduanya meninggal dunia di lokasi kejadian.

"Korban meninggal di TKP ada 2 orang, kemudian yang dibawa ke rumah sakit ada 8, 1 mengalami luka berat, dan 7 lainnya luka ringan," kata Priyo saat On Air di Radio PRFM 107.5 News Channel, Sabtu 3 April 2021.

Priyo menambahkan, korban yang mengalami luka berat meninggal dunia di rumah sakit.

Dengan demikian, total korban meninggal dunia dari peristiwa nahas tersebut berjumlah tiga orang.

Halaman:

Editor: Rian Firmansyah

"Untuk yang luka ringan, empat orang sudah bisa pulang, tinggal tiga lagi yang masih dirawat," katanya.

Polisi sendiri masih mendalami kasus ini. Polisi bekerjasama dengan Dishub sebagai saksi ahli dari kejadian yang diduga terjadi karena rem blong ini.

Mengenai tersangka dalam kasus ini, pihaknya baru menetapkan sopir truk sebagai tersangka.

Namun, tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lain, mengingat petugas masih melakukan investigasi.

"Kami masih menunggu hasil investigasi saksi ahli dari Dishub, jadi belum bisa menyimpulkan," katanya.

Kecelakaan itu sendiri terjadi pada Jumat 2 April 2021 sore.

Saat itu, truk yang dikendarai sopir berinisial S melaju kencang, karena medan di lokasi kejadian menurun.

Truk itu kemudian menabrak madrasah milik Yayasan Nurul Barokah, yang saat itu ramai dengan kegiatan warga sekitar.***