Terjawab Wanita Misterius yang Pesan Sate Beracun Lewat Ojol? Naba sampai Tewas, Polisi Turun Tangan

 

Siapakah wanita misterius yang pesan sate beracun lewat ojol hingga tewaskan Naba?

Naba adalah anak driver ojol yang tewas seusai makan sate kiriman wanita misterius itu.

Polisi pun turun tangan menangani kasus ini.Peristiwa ini bermula dari Bandiman, ayah Naba yang merupakan driver ojek online ( ojol ).

Kala itu Bandi habis istirahat dan

seusai menunaikan salat asar di satu masjid di Kota Yogyakarta.

Bandi kemudian dihampiri oleh perempuan tak dikenal.

Dia dimintai tolong untuk mengantarkan sebuah paket berisi satebakar ke rumah seseorang bernama pak Tomy.

Alamat Tomy yang akan dikirim paket sate berada di wilayah Kasihan, Kabupaten Bantul.

Namun perempuan yang mintatolong untuk mengantarkan paket itu tidak menggunakan aplikasi ojek online.

"Waktu saya siap-siap jalan, tiba-tiba ada perempuan menghampiri saya."

"Dia minta tolong antarkan paket ke daerah Kasihan ke pak Tomy.

"Saya bilang, pakai aplikasi saja. Terus mbaknyaalasannya gak ada aplikasi ojol," jelasnya, dikutip TribunJatim.com dari TribunJogja, Rabu (28/4/2021).

Sore itu juga Bandi bergegas menuju rumah penerima paket yang berada di daerah Kasihan, Kabupaten Bantul.

"Dia minta offline, ya saya antarkan ke penerima tersebut. Perempuan itu berpesan, pengirim atas nama pak Hamid,"ungkap dia.

Singkat cerita, sesampainya di rumah tujuan penerima paket, Bandi lalu menghubungi nomor kontak bernama Tomy yangdiberikan oleh perempuan yang ia temui di masjid.

Telfon Bandi pun direspon oleh Tomy.

Namun terjadi proses konfirmasi yang cukup lama karena keluarga Tomy merasatidak memesan makanan apa pun pada hari itu.

"Saya tanya, lah ini paket sudah sampai alamatnya bener, nomornya bener kok ndak diterima. Terus bapaknya bilang,udah dibawa kamu saja pak, buat buka puasa," terang dia.Setelah pemilik rumah enggan menerima paket kiriman misterius itu, Bandi kemudian pulang menuju rumah dengan

Sesampainya di rumah, isterinya bernama Titik Rini dan Naba, anaknya, kemudian membuka paket sate bakar yang dibawa oleh

Bandiman.

Bandiman, beserta istri dan Naba kemudian memakan sate tersebut.

Tak berselang lama, Naba yang memakan begitu lahap mengeluhkan rasa sate yang pahit.

"Pas saya makan itu gak apa-apa.

Ternyata racunnya itu ditaruh dibumbunya. Anak saya bilang bumbunya pahit.

"Dia lalu ke dapur dan sudah muntah-muntah. Istri juga muntah-muntah. Pas tak pastikan anak saya sudah tidaksadarkan diri," jelasnya.

Karena panik Bandi kemudian membawa putranya ke rumah sakit terdekat.

Sayangnya, NFP sudah tak tertolong lagi.

"Sudah meninggal pas perjalanan ke rumah sakit. Tapi hasil pemeriksaan di laboratorium itu katanya racunnya lebih

kuat dari racun pupuk pertanian," pungkasnya.

Siapakah Wanita Misterius Itu?

Hingga Selasa (27/4/2021), polisi masih melakukan penyelidikan lanjutan dengan cara mengambil keterangan para saksi, untuk mengungkap si sosok wanita misterius.

Selain itu kemungkinan ada rekaman CCTV di tempat kejadian perkara (TKP) juga dikumpulkan untuk mempermudah ungkapkasus.

Selain itu kandungan makanan juga menjadi kunci dari rangkaian kasus satu ini.

Kapolsek Sewon, Kompol Suyanto mengatakan pihaknya masih menunggu hasil laboratorium makanan.

Sisa sate yang dikonsumsi oleh korban sudah dikirimkan ke Balai Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi Yogyakarta.

"Kami masih menunggu hasil laboratorium. Dugaan dari makanan, makanya kami menunggu hasil pemeriksaan makananya.

"Saat ini masih belum keluar (hasil laboratorium), mungkin tidak lama lagi,"katanya, Selasa (27/04/2021)..Polsek Sewon tidak melakukan autopsi jenazah bocah 8 tahun itu.

Penyebabnya adalah pihak keluarga keberatan.

Sembari menunggu hasil pemeriksaan laboratorium, pihaknya melakukan pendalaman pemeriksaan.

Salah satunya dengan mengambil keterangan dari saksi-saksi.

Hingga saat ini sudah ada sekitar empat saksi yang diperiksa.

Saksi tersebut berasal dari keluarga korban dan dari penerima makanan yang asli (Tomy).

"Saksi sudah kami ambil keterangan, dari keluarga korban termasuk orangtua,"

"Kemudian penerima makanan itu. Kan istrinya di rumah, kemarin ayah korban kan bertemu dengan istri Tomy dulusebelum akhirnya dibawa pulang,"terangnya.

Jajarannya telah melakukan olah tempat kejadian perkara, termasuk di lokasi pertama Bandiman, ayah korban menerimapesanan offline.

"Kami sudah cek ke sana dengan INAFIS juga puskemas.

"Kita cek apakah ada kemungkinan CCTV yang merekam, karena di sana banyak sekali pohon-pohon,"tambahnya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel