Rekaman CVR Sukses Diunduh, Suara Obrolan di Kokpit Sriwijaya Air SJ-182 Terdengar Jelas

 

Rekaman Cockpit Voice Recorder (CVR) Sriwijaya Air SJ-182 telah berhasil diunduh oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Kepala Sub-Komite Investigasi Keselamatan Penerbangan KNKT, Kapten Nurcahyo Utomo, mengungkapkan bahwa rekaman suara percakapan di kokpit pesawat tersebut terdengar dengan jelas.

"Isinya pembicaraan di kokpit antara kapten co-pilot sama pilot ATC," ungkap Nurcahyo kepada detikcom, Sabtu (1/5). "Suara jelas."

Suara pilot yang diunduh dari CVR Sriwijaya Air SJ-182 dipastikannya terdengar dengan jelas. Namun, Nurcahyo mengaku masih ada beberapa rekaman yang mengandung noise.

"Tapi ada satu channel yang merekam area mic, jadi yang merekam suara di dalam kokpitnya itu masih ketutupan sama ada noise lah, kalau pembicaraan pilotnya ke ATC itu jelas," jelas Nurcahyo. "Ada beberapa bagian yang kita masih kesulitan untuk mendengar, ini sedang masih ada dicoba difilter. Dicoba dengan berbagai cara."

Pihak KNKT sendiri kini masih melakukan investigasi bersama Amerika Serikat dan Inggris dalam mengungkap penyebab jatuhnya Sriwijaya Air SJ-182. Salah satu komponen pesawat yang diteliti oleh pihak AS dan Inggris adalah memori yang merekam peringatan pada pesawat.

"Sekarang ini kita sedang mengidentifikasi ada kerusakan, ada beberapa komponen yang kita periksa di Amerika sama Inggris. Itu kita masih rencananya bulan Juni habis Lebaran tim Amerika mau ke Indonesia lagi untuk menyampaikan perkembangan hasil penelitian mereka," paparnya. "Kita nggak bisa ke sana karena masih pandemi, jadi kita serahkan ke mereka untuk mereka memeriksa, nanti (hasil temuan Amerika) kita akan gabung dengan apa yang ada di FDR dan di CVR."

Nantinya, hasil temuan AS dan Inggris tersebut akan disatukan dengan temuan KNKT soal CVR. Setelah itu, baru KNKT dapat melaporkan penyebab jatuhnya pesawat tersebut ke masyarakat.

"Nah memorinya kita download dia pernah memberikan peringatan apa saja, itu yang ingin kita tahu," pungkasnya. "Kita perlu cocokin semuanya dulu masalah-masalahnya apa saja, baru kita paham urutan kejadian seperti apa, baru nanti kita bisa menentukan apa masalahnya dan apa penyebabnya."

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel