Dituduh Curi Ponsel, Kemaluan Bocah 13 Tahun Dibakar Oleh Oknum Aparat Berseragam. Netizen Marah dan Geram!

Nasib malang yang dialami bocah berusia 13 tahun berinisial PS. Gara-gara tidak bersalah mencuri ponsel, bocah asal Kelurahan Metina, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao, NTT tersebut, mengalami pelanggaran di luar batas kemanusiaan.

Penyiksaan keji itu terlupakan dilakukan oleh seorang aparat berseragam militer. Saat ini PS yang sedang menjalani perawatan medis di rumah sakit tersebut, mengaku dibakar dengan lilin dan punggungnya disundut bara rokok.

PS yang kini terbaring lemah tersebut, tampak masih ketakutan dan trauma. Sekujur tubuhnya banyak luka lecet dan memar. Di punggung bocah berperawakan kurus itu, juga menyisakan sejumlah luka bakar.

Dari pengakuan PS, kaki dan tangannya sempat diikat sehingga tak mampu menghindar dari siksaan keji yang dilakukan aparat tersebut. "Saya terpaksa mengakui perbuatan pencurian ponsel. Kalau tidak terus disiksa dan saya dibakar," katanya pelan.

Korban yang terus dianiaya secara keji, terpaksa mengaku dan membayar untuk mengembalikan ponsel yang tidak bersalah. Setibanya di rumah, PS jatuh pingsan dan langsung dilarikan ke rumah sakit.

BACA JUGA



"Dia sempat mengeluh takut ke luar rumah hingga dijemput dan dianiaya beberapa anggota TNI hingga pingsan. Saat ini dia juga trauma jika sewaktu-waktu datangi oknum anggota TNI yang menganiayanya. Kami harus memahami pemahaman agar tidak trauma," kata keluarga korban, Ggerdy Faharudin , Sabtu (21/8/2021).

Sementara Dandim 1627/Rote Ndao Letkol Ed Permadi Eko mengatakan, salah sangat menyayangkan dan bertanggung jawab atas tindakan yang dilakukan anggotanya. Dia juga telah mengunjungi bocah yang menjadi korban untuk memastikan kondisinya dan meminta maaf.

Atas kejadian itu, Dandim 1627 Rote Ndao menegaskan akan bertanggung jawab. Dilaporkan dan akan diperlakukan untuk mendapatkan sanksi sesuai dengan aturan militer.

"Perlu saya tegaskan, walaupun memang melaksanakan kegiatan atau upaya secara kekeluargaan, tetapi tidak dilaporkan ke Denpom Kupang untuk segera dilaksanakan sesuai dengan aturan yang berlaku di militer. Kami berharap kejadian seperti ini tidak akan terulang lagi,".

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel