Tabrak Orang yang Menyeberang di Jalan Tol Hingga Meninggal Dunia, Siapa yang Salah?

 

Banyak kejadian orang yang menyeberang lalu tertabrak oleh pengendara di jalan tol hingga menyebabkan korban meninggal dunia.

Menyorot kejadian tersebut, sebenarnya yang salah itu penyebrrang jalan atau pengendara yang menabrak ya?

Sesuai penerapan Undang-undang Lalu Lintas, siapapun yang menyebabkan kematian karena jalan bisa dikenai pidana.

Namun, harus ada pembuktian lebih lanjut kepada pengguna jalan tol atau pengemudi yang menabrak itu melanggar aturan atau tidak.

"Pada UU No.38 Tahun 2004 tentang Jalan yakni pasal 56 dijelaskan, setiap orang dilarang memasuki jalan tol, kecuali pengguna jalan tol dan petugas jalan tol," ujar AKBP Fahri Siregar, selaku Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya saat dihubungi GridOto.com, Jumat (6/8/2021).

Nah, bisa diibaratkan orang yang bukan pengguna jalan tol dan petugas tol tersebut telah melanggar aturan karena menyeberang sembarangan.

Sebagai contoh, pengendara yang menerobos palang kereta api yang sudah tertutup merupakan sebuah hal yang salah.

Begitu pula orang yang menyeberang sembarangan di jalan tol.

Berdasarkan UU No.38 Tahun 2004 tentang Jalan pasal 64 ayat 4, setiap orang selain pengguna jalan tol dan petugas jalan tol yang karena kelalaiannya memasuki jalan tol, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 56, dipidana dengan pidana kurungan paling lama tujuh hari atau denda paling banyak Rp 1,5 juta.

Lantas, apakah penabrak dapat terhidar dari pelanggaran begitu saja?

"Pengemudi yang melebihi batas kecepatan di jalan tol atau mabuk saat berkendara tentu dapat dikenakan pidana," katanya.

Tapi, kalau bisa dibuktikan pengendara dalam keadaan sadar dan tidak melanggar batas kecepatan, maka yang dinyatakan bersalah adalah penyeberang jalan.

Seperti yang kita tahu, di jalan tol tidak pernah ada zebra cross maupun lampu lalu lintas.

Pasalnya, jalan tol memang diperuntukkan untuk mobil dengan kecepatan tinggi.

Oleh karena itu, penyeberang jalan malah bisa membahayakan pengguna jalan tol.

Namun, secara hukum masyarakat bisa meminta dibuatkan tempat penyeberangan melintas di atas jalan tol.

Akan tetapi Jasa Marga tidak bisa serta merta langsung memenuhi permintaan tersebut, harus ada komunikasi lebih lanjut.

Terpenting, sebagai masyarakat dan pengguna jalan harus saling berkerja sama supaya dapat tercipta tertib berlalu lintas.

Tapinya jangan sengaja masuk jalan tol karena niat ingin tabrak orang menyeberang, kalau itu sih psikopat namanya...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel